» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Menelusuri Jejak Bantuan Benih Jagung Gratis di Tuban (1)
15 Januari 2020 | Tuban Barometer | Dibaca 379 kali
ILLUSTRASI: Jagung petani siap dipanen. Foto: KEMENTAN.GO.ID
Bantuan benih jagung gratis yang digelontorkan pemerintah kepada petani di Kabupaten Tuban diduga jadi jang bisnis. Benarkah?

sripari.com | tuban-Telusur lapangan yang dilakukan pewarta sripari.com, ketika bantuan benih jagung gratis sampai di tangan sejumlah petani di Desa Rejeng Kecamatan Grabagan, diduga sudah tidak gratis lagi.

Namun, sejumlah petani mengaku membayar suka rela saat mengambil bantuan benih jagung gratis kemasan saset berisi 5 kilogram kepada kelompok tani (poktan) setempat.

Untuk bisa mendapatkan bantuan benih jagung berkualitas super dari pemerintah ini para petani harus menebus Rp 10 ribu setiap sasetnya.

"Kalau dihitung-hitung per kilonya kami membayar Rp 2 ribu. Sementara harga di pasaran untuk benih dengan kualitas sama (benih bantuan) harganya berkisar Rp 65-70 ribu per kilo. Bantuan ini sangat membantu petani. Tidak masalah (membayar Rp 10 ribu setiap saset)," ujar beberapa petani di temui terpisah. dari

Para petani juga menyatakan tidak akan mempersoalkan soal "tarikan" yang mereka sebut suka rela itu ke ranah hukum mauoun klarifikasi lainnya.

Sementara ketua gabungan kelompok tani (gapoktan) Desa Rejeng Samuin membantah pihaknya telah memberlakukan sistem tebus kepada petani penerima bantuan benih jagng gratis dari pemerintah tersebut.

"Jujur, serepeso (sepeserpun) aku gak makan hasil tarikan itu. Bahkan aku korban tenaga juga materi. Maaf, nek bisa jangan sampai makan duwit haram," kata Sauin ketika ditemui pewarta sripari.com.

Dia juga menjelaskan bantuan benih jagung tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan gapoktan. Sebab, menurut Samuin, bantuan tersebut alurnya dari petugas penyuluh lapangan (PPL) langsung didrop kepada masing-masing kelompok tani (poktan).

Kepala Desa Rejeng Jumain membenarkan tahun 2019 kemarin desanya mendapat bentuan benih jagung dari pemerintah.

"Saya diberitahu Pak Rusdi (poktan) kalau ada bantuan benuh jagung. Tapi saya tidak tahu menahu soal tarikan tersebut," tutur Jumain.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban Murtaji ketika dikonfirmasi malah meminta pewarta sripari.com melakukan klarifikasi langsung kepada gapoktan.

"Ya langsung dikonfirmasi ke gapoktannya. Monggo, terserah," kata Murtaji. []

 

Reporter: M Zainuddin
Editor: As ad An-Nawawi