» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Tak Cuma Numpuk, Beras PPKM Juga Salah Alamat
01 November 2021 | Tuban Barometer | Dibaca 305 kali
PAKET BANSOS: Beras PPKM yang numpuk di balai desa. Foto: SRIPARI.COM/M ZAINUDDIN
Bukan sekedar ngendon di balai desa di Kecamatan Soko, Tuban, akibat data tumpang tindih droping beras PPKM juga salah alamat.

sripari.com | tuban-Imbas beda data dengan fakta di lapangan tak hanya membuat beras PPKM numpuk di Balai Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko, distribusinya juga salah alamat.

Kasus di Desa Bangunrejo masih di Kecamatan Soko, sebanyak 250 sak paket bantuan beras PPKM sebagian salah alamat.

Kepala Desa Bangunrejo Warsidin, mengatakan berdasar by name by address yang diterima tumpang tindih dan tertukar dengan calon penerima manfaat dari desa lain.

"Untungnya tertukar data dengan desa tetangga mula Desa Sumurcinde, Sokosari dan Desa Sokosari. Alhamdulillah, akhirnya semua bisa teratasi. Tapi kalang kabut juga, sih," terang Warsidin.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tuban, Eko Julianto, mengatakan untuk bantuan beras PPKM nama-nama calon penerima manfaat sudah ditentukan dari pusat.

"Tentu data harus di-update terus. Akan kita koordinasikan dengan Bulog, karena penugasan droping bantuan ini langsung ditangani di sana," kata Eko akhir pekan kemarin.

Sekadar mengingatkan, diberitakan sebelumnya sebanyak 400 kilogram bantuan beras PPKM terpaksa dibiarkan menumpuk di Balai Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko.

Pemerintah desa setempat terpaksa menumpuk 40 sak paket bantuan beras PPKM dalam kemasan 10 kilogram ini karena tidak jelas siapa calon penerimanya.

Kepala Desa Sandingrowo Muhir Hadi, menjelaskan saat ini pihaknya tengah berupaya agar 40 sak paket bantuan beras PPKM tersebut segera dapat disalurkan.

"Masih menumpuk 40 sak sebab tidak jelas nama penerima beras manfaat tersebut. Kita terus berkoordinasi dengan pendamping, yang sekarang sedang bekerja keras melakukan proses validasi data," kata Muhir Hadi ditemui di kantornya, Rabu (27/10/2021) siang. []

M ZAINUDDIN