» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Dinkes Tuban Jamin Ipal Komunal MCK Tak Ganggu Kesehatan
16 April 2021 | Tuban Barometer | Dibaca 905 kali
DISOAL WARGA: Ipal Komunal di Desa Tingkis Kecamatan Singgahan. Foto: SRIPARI.COM/M ZAINUDDIN
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban menjamin keberadaan instalasi pengolahan air limbah (Ipal) Komunal MCK yang dikeluhkan warga karena mengeluarkan aroma menyengat tidak mengganggu kesehatan.

sripari.com | tuban-Kuat dugaan timbulnya bau menyengat ini salah satunya disebabkan perilaku pengguna Ipal, yang belum sepenuhnya paham dalam memanfaatkan program yang dinisiasi sebagai problem sanitasi dan lingkungan tersebut.

Kepala Bidan Kesehatan Masyarakat Dinkes Tuban, Lulut Purwanto, mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir akibat bau menyengat yang berasal dari pembangunan program Ipal Komunal MCK.

"Masyarakat Tuban jangan khawatir dan panik adanya bau menyengat (dari) Ipal Komunal MCK. Dinas Kesekatan Tuban menjamin tidak mempengarui kesehatan masyarakat," terang Lulut melalui pesan tertulis kepada pewarta sripari.com, Jumat (16/04/2021).

Pemilik diploma community nutrition (DCN), sarjana di bidang gizi masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini, menjelaskan faktor bau menyengat adalah pelebur kotoran yang belum normal dan kemudian masyarakat terus membuang ke dalam jamban.

"Seperti (bahan} pembersih lantai ini juga salah satu penyebab timbulnya bau menyengat," tegas Lulut menjawab keluhan sebagian warga akibat bau menyengat yang timbul dari keberadaan Ipal Komunal MCK di Desa Tingkis dan Desa Saringembat Kecamatan Singgahan.

Sementara dari hasil penelusuran lapangan pewarta sripari.com di dua desa tersebut, problem lingkungan yang timbul kuat dugaan karena seluruh limbah rumah tangga dibuang ke Ipal Komunal MCK termasuk air cucian.

Seharusnya, air limbah yang dibuang lewat Ipal MCK hanya dari kloset dan kamar mandi saja. Tapi ini semua limbah. Air cucian juga.

"Ya, rata-rata begitu. Semua limbah kita buang ke Ipal MCK," kata sebagian warga pengguna Ipal MCK.

Padahal dari pelbagai sumber yang diintip sripari.com, air limbah dari bekas cuci pakaian dan piring mengandung bahan kimia tinggi.Limbah rumah tangga itu bahan kimianya tinggi. Apalagi ditambah minyak dari sisa cuci piring. Ini akan menimbulkan dampak lingkungan negatif. []


M ZAINUDDIN