» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Program RTLH yang "Mendewakan" Kaum Dhuafa
17 Januari 2020 | Tuban Barometer | Dibaca 620 kali
BUKAN MIMPI: Rumah Munaim hasil program RTLH Pemkab Tuban, Rabu (15/01/2020) siang. Foto: SRIPARI.COM/M ZAINUDDIN
Tak dipungkiri program pelaksanaan RTLH di Kabupaten Tuban benar-benar mampu mengubah mimpi kaum dhuafa memiliki rumah layak bukan sekadar kata-kata.

 

sripari.com | tuban-Munaim, lelaki paroh baya yang tinggal RT 05 RW 02 Dusun Krajan Desa Margorejo Keamatan Parengan, adalah salah satu dhuafa penerima bantuan program yang diadaptasi dari inovasi akronim aku juga ngin perumahan layak huni (AJIPLAH) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Tuban ini.

"Kalau tidak ada program RTLH ini tangeh lamun (tidak mungkin) kami bisa punya rumah layak seperti sekarang," ungkap Munaim saat pewarta sripari.com menyambangi rumahnya, Rabu (15/01/2020) siang.

Dia pun lantas mengajak mengitari rumah barunya dari depan, samping hingga belakang sebelum akhirnya masuk ke ruang tamu.

Sudah ada kopi panas di atas meja bertaplak sulaman batik gedhog, Suasana gerah karena langit di atas dusun dengan sejarah habitat hutan jati ini, perlahan bertukar dengan udara sejuk tapi tidak lembab. Ubin keramik di bawah kaki seperi meluruhkan ketegangan karena perjalanan jauh.

Nuansa teduh itu sama seperti saat pewarta sripari.com melihat dari kejauhan rumah mungil dengan risplang bercat hijau lumut dipisah warna dinding putih berpadu rona green evening pada bagian bawah. Warna pintu serupa warna garis risplang makin membuat rumah hasil program RTLH ini bertambah asri.

Munaim menuturkan, program bedah tuntas tersebut seluruhnya dikerjakan pemborong Desember 2019 kemarin. Momen langka seumur hidup ini kemudian dimanfaatkaan Munaim mengusulkaan beberapa tambahan detail bangunan tanpa mengubah spesikasi gambar jadi.

"Saya minta tinggi rumah ditambah dan disetujui. Terus beberapa tambahan lain mumpung ada subsidi dari pemerintah. Tentu ada tambahan biaya. Ini insiatif saya sendiri. Tidak ada arahan dari pemborong," tandas Munaim enggan menyebut berapa biaya tambahan yang harus dia tanggung.

Sementara secara sukarela para tetangga membantu beberapa pekerjaan, sebuah kultur gotong royong yang hingga sekarang masih hidup di desa ini.

"Alhamdulillah, sekarang kami bisa punya rumah layak yang sebelumnya hanya ada dalam angan-angan," imbuh Munaim berusaha menyembunyikan wajahnya yang letih berhias guratan umur simbol kembang redup perjalanan hidup.

Ungkapan polos Munaim tersebut sekaligus menggugurkan isu tak sedap ada permainan proyek RTLH untuk "mendewakan" kaum dhuafa yang digawangi Dinas PRKP Kabupaten Tuban ini.

Sedangkan Ali sebagai pemilik CV Hikma Agung selaku pemenang tender yang mengerjakan proyek RTLH di Kecamatan Parengan, dengan tegas membantah isu tak sedap terkait tarikan liar yang memboceng proyek yang dia kerjakan.

"Dinas PRKP Tuban tidak pernah mengenakan biaya potongan administrasi 10 persen dan potongan pagu 15 persen. Semua transparan dan sesuai prosedur. Dinas PRKP clean and clear serta bekerja dengan sangat profesional," tandas dia di temui terpisah. []


Reporter: M Zainuddin
Editor: As ad An-Nawawi


Artikel ini sebagain judul dan isinya telah diubah