» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Naik Haji Tidak Dilarang Membawa Rokok
17 Juli 2019 | Tuban Barometer | Dibaca 1550 kali
ILLUSTRASI: Calon jamaah haji Indonesia tahun 2019. Foto: KEMENAG.GO.ID
Para perokok berat yang akan berhaji tahun ini tak perlu cemas. Sebab rokok bukan termasuk barang bawaan yang dilarang bagi calon jamaah haji (JCH) pria.

SRIPARI.COM | TUBAN-Hanya saja, penegasan tidak ada larangan membawa rokok itu tak berlaku bagi CJH berjenis kelamin wanita. Jika calon haji menitipkan rokoknya di koper istrinya maka akan tetap disita petugas.

Juru bicara Kantor Kemenag Kabupaten Tuban Laidia Maryati menandaskan calon haji pria diperbolehkan membawa rokok. Namun maksimal jumlah rokok yang dibawa dibatasi.

"Untuk jamaah laki-laki maksimal hanya diperkenankan membawa rokok maksimal 20 bungkus. Sedangkan jamaah perempuan tidak boleh membawa rokok. Jika kedapatan ada di rokok di kopernya tetap akan disita petugas saat pemberangkatan," jlentreh Pranata Humas Kantor Kemenag Tuban ini sebagaimana pesan tertulis yang diterima pewarta sripari.com, Rabu (17/09/2019) malam.

Untuk itu, Laidia mewanti-wanti kepada 883 CJH dari akumulasi 445 pria dan 438 wanita asal Tuban yang akan diberangkatkan dalam kloter 77 dan 78 embarkasi Surabaya 2 dan 3 Agustus mendatang ini, untuk mematuhi aturan tersebut selain tetap fokus beribadah dan menjaga kondisi tubuh. Sementara proses pendistribusian koper kepada masing-masing CJH sudah mulai dilakukan.

Sedangkan mengenai ritual keberangkatannya, seperti tahun sebelumnya rombongan CJH akan dilepas oleh Bupati Tuban Fathul Huda dan dikawal oleh jajaran kepolisian.

"Untuk pengantar hanya satu mobil bertanda khusus yang bisa masuk ke area parkir dan berhenti mengantar sampai di pintu masuk pendopo (Kridho Manunggal Pemkab Tuban)," jelas Laidia.

Menengok ke belakang sejenak, sebelumnya sudah dilaksanakan latihan manasik gelombang pertama yang dilakukan di 12 titik kantor urusan agama (KUA). Kali terakhir manasik massal digelar 23 Juli di lapangan PT Semen Gresik. []

 

Reporter: M Zainuddin 

Editor: As ad An-Nawawi