» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Rumah Pendukung Jago Menang Pilkades Soko Diblokir Massa
15 Juli 2019 | Tuban Barometer | Dibaca 1485 kali
BLOKIR: Inilah penampakan rumah pendukung jago menang Pilkades Mentoro yang dipagari oleh massa calon kalah, Senin (15/07/2019) siang. Foto: SRIPARI.COM/M ZAINUDDIN
Potret ironi mewarnai hajatan politik enam tahunan di Desa Mentoro, Kecamatan Soko, yang menjadi bagian pilkades serentak Kabupaten Tuban 10 Juli lalu.

SRIPARI.COM | TUBAN-Sehari setelah coblosan yang berlangsung hari Rebo Legi lalu atau Kamis (11/07/2019), jalan menuju rumah salah seorang pendukung jago yang menang di RT 06 RW 03 Dusun Bedadi Desa Mentoro Kecamatan Soko diblokir sejumlah orang dengan cara memasang pagar bambu.

Belum gamblang massa dari pendukung mana yang memblokir halaman rumah pasangan SM dan MA ini. Akibatnya, para penghuni di dalamnya tak bisa leluasa keluar masuk rumah karena terhalang pagar bambu yang ditanam warga.

Ada sepasang kandidat yang maju dalam Pilkades Mentoro yakni Padiran dan Ahmad Rohmat. Hasilnya, Padiran nomor urut 1 berhasil mempecundangi Rohmat dengan meraup 1.994 suara berbanding 817 suara.

Telisik lapangan pewarta sripari.com, pasangan SM dan MA ini tergolog unik. Meski satu ranjang namun pasangan suami istri (pasutri) tersebut beda pilihan habis-habisan. Si suami gepeng ilir (harga mati) mendukung nomor urut 2, sedang istrinya tak mau berpaling dari Padiran, calon kepala desa terpilih Desa Mentoro periode enam tahun ke depan.

Usut punya usut, insiden pemblokiran rumah pasutri itu dipicu "selebrasi" berlebihan MA yang jagonya menang. Saking semangatnya, bahkan perempuan ini sampai menari sambil bernyanyi-nyanyi dengan nada menyindir habis jago suaminya yang keok.

"Dia bahkan jingkrak-jingkrak dan menyanyi dengan membuka pintu depan dan semua jendela sehingga warga yang sedang melintas tahu persis ulahnya. Mungkin itu yang membuat warga lain yang kebetulan beda pilihan menjadi panas," tutur sejumlah warga Dusun Bedadi kepada pewarta sripari.com, Senin (15/07/2019) siang.

Camat Soko Suwito yang dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui soal insiden buntut pilkades di Desa Mentoro tersebut. Namun laporan secara tertulis belum dia terima dari stafnya.

"Untuk saat ini suasana masih sedikit hangat. Nanti akan saya instruksikan kepala desa untuk menggelar mediasi dengan warga," terang Suwito.

Sementara Kapolsek Soko AKP Yudi Hermawan menyampaikan suasana di Desa Mentoro tensinya sudah berangsur turun. Pihaknya mengaku sedang melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait.

"Ini sudah dimusyawarhkan dengan polsek, perangkat desa dan warga," ujar Yudi melalui pesan tertulis yang dikirim kepada pewarta sripari.com, Senin (15/07/2019) sore. []


Reporter: M Zainuddin
Editor: As ad An-Nawawi