» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Satpol PP Tuban Gerebek Tambang Pasir Kuarsa Bukit Wadung
01 September 2018 | Tuban Barometer | Dibaca 1509 kali
DIDUGA LIAR: Sebuah kawasan di atas punggung bukit kapur di Desa Wadung, Kecamatan Soko, yang diduga sebagai aktivitas ekploitasi penambangan pasir kuarsa digerebek aparat Satpol PP Pemkab Tuban, tengah pekan ini. Foto: SATPOL PP PEMKAB TUBAN FOR SRIPARI.COM
Sebuah kawasan di atas punggung bukit kapur di Desa Wadung, Kecamatan Soko, yang diduga sebagai aktivitas ekploitasi penambangan pasir kuarsa digerebek aparat Satpol PP Pemkab Tuban, tengah pekan ini.

SRIPARI.COM | TUBAN-Kepala Satpol PP Pemkab Tuban, Heri Muharwanto, mengatakan dari hasil penyelidikan lapangan ditemukan kegiatan eksploitasi pasir kuarsa milik Bowo, warga Desa Tluwe ini, tidak mengantongi izin penambangan.

Selain itu, teknis pengambilan bahan tambang yang juga disebut sebagai pasir silika ini dilakukan dengan cara berbahaya dan dapat memicu longsor kawasan sekitarnya. Tim penegak perda Satpol PP Tuban yang turun lokasi, menemukan penambangan pasir kuarsa itu dilakukan dengan cara menyemprotkan air berkekuatan tinggi dari dari mesin penyedot ke tebing bukit.

Sedangkan sumber air yang disedot itu merupakan jatah irigasi untuk para petani setempat tapi kemudian "dibegal" untuk kepentingan penambangan. Longsoran material dari tebing bukit inilah yang kemudian diolah dengan cara dicuci sebelumnya akhirnya menjadi pasir kuarsa.

"Dan mulai hari ini tadi sudah berhenti. Kita tunggu satu minggu kalau masih ada aktivitas penambangan kami lakukan penertiban gabungan. Intinya, kita lakukan pembinaan dulu dan menghentikan kegiatannya (penambangan). Kalau dalam satu minggu tidak berhenti akan kami operasi gabungan bersama TNI dan Polri serta dinas lingkungan hidup (DLH)," ungkap Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol Pemkab Tuban, Wadiono, usai melakukan penertiban, Rabu (29/08/2018) siang.

Untuk itu, dia mengingatkan kepada pemilik usaha penambangan pasir kuarsa di punggung bukit Desa Tluwe tersebut menghentikan total kegiatannya. Jika peringatan ini tidak diindahkan pihaknya akan melakukan tindakan represip dan menggulir kasusnya ke ranah hukum. 

"Jika tetap membandel langsung kita limpahkan ke polres utuk diproses secara hukum," kata Wadiono sembari menyebut pelaku akan dijerat undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup serta undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan minerba.

Dalam kesempatan tersebut, Wadiono menegaskan akan terus melakukan penertiban tanpa tebang pilih dengan cara menyisir kawasan perbukitan yang selama ini diduga menjadi kantong-kantong penambangan galian C yang diduga liar.

Sasaran paling dekat yang akan dilakukan penertiban gabungan adalah kawasan Desa Menilo, Kecamatan Soko, yang diduga  juga menjadi aktivitas penambangan galian C jenis tanah uruk berupa pasir dan batu (sirtu). 

Diulik dari pelbagai sumber, pasir kuarsa atau silika adalah jenis pasir yang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Sebagai contoh pasir silika bisa digunakan untuk bahan baku kaca, keramik bahkan untuk saringan filter air.

Dari Wikipedia Indonesia, dijelaskan pasir silika adalah salah satu mineral yang umum ditemukan di kerak kontinen bumi. Mineral ini memiliki struktur kristal heksagonal yang terbuat dari silika trigonal terkristalisasi (silikon dioksida, SiO2) dengan skala kekerasan Mohs 7 dan densitas 2,65 g/cm³. Bentuk umum kuarsa adalah prisma segienam yang memiliki ujung piramida segienam. []

M ZAINUDDIN