» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Mati Lampu Astrea Grand Seruduk Nenek dari Belakang
02 April 2017 | Tuban Barometer | Dibaca 1088 kali
GRAFIS: Warigalit de Bro Foto: HUMAS POLSEK SEMANDING FOR SRIPARI.COM
Mayoritas kecelakaan di jalan raya, baik kawasan perkotaan maupun perdesaan, cenderung diawali pelangaran rambu lalu lintas hingga kelengkapaan standar kendaraan bermotor.

SRIPARI.COM | TUBAN-Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Semanding AKP Desis Susilo menyikapi seringnya terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor di pelbagai sudut jalanan wilayah perdesaan.

"Setiap kecelakaan cenderung didahului pelangaran. Untuk itu kita himbau pengguna jalan mematuhi tertib berlalu lintas dan kelengkapan standar kendaraan bermotor," kata Desis, akhir pekan ini.

Menurut dia, kecelakaan tak hanya terjadi di jalan poros provinsi, jalan kabupaten dan trans nasional saja. Akan tetapi, kecelakaan di jalur alternatif maupun jalanan perdesaan yang sepi dan sempit juga bisa terjadi.

Desis menyebut, faktor kelalaian dan kurang mahir mengendarai kendaraan bermotor menjadi dua pemicu utama. Termasuk yang paling tampak secara kasat mata diakibatkan kelengkapan kendaraan kendaraan bermotor yang tidak standar atau bahkan "protolan".

Dia lantas membeber kecelakaan yang terjadi di kawasan jalan poros perdesaan Pring Langgar Dusun Tegal Ledok, Desa Semanding, Jumat (31/03/2017) sekira pukul 19.30 wib. Diduga Honda Astrea Grand benopol S 4453GM yang ditunggangi Kerta Negara (38) warga kos di Jalan Sunan Drajat tanpa lampu, dan menabrak seorang pejalan kaki bernama Pasirah (78) warga Desa Kowang.

Akibat insiden tersebut, sambung Desis, baik penunggang Astrea maupun nenek Pasirah terluka serius dan harus mendapat perawatan medis di rumah sakit. Kerta Negara sendiri mengalami patah tulang di bangian tulang selangkangan. Sedangkan nenek Pasirah menderita
patah tulang tangan sebelah kiri dan betis kaki kanannya harus dijahit karena terjadi luka menganga.

"Lampunya (Grand Astrea) tidak menyala dan keterbatasan pandangan membuat pelaku nenabral nenek Pasirah dari belakang. Kecelakaan ini terjadi di jalan poros desa Dusun Tegal Ledok," ujar Desis sembari mengibuhkan kasusnya kini ditangani unit laka lantas Polres Tuban. []

M ZAINUDDIN