» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Air Bah Kali Jaten Rendam Puluhan Rumah Warga Guwoterus
17 Maret 2017 | Tuban Barometer | Dibaca 1500 kali
BANJIR BANDANG: Salah satu sudut pemukiman warga di Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, yang terendam air bah, Kamis (16/03/2017) siang. Foto: SRIPARI.COM/ARIF AHMAD AKBAR
Puluhan kepala keluarga (KK) yang menghuni kaki gugusan perbukitan Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, harus bangun lebih cepat dari tidurnya, Kamis (16/03/2017) dini hari.

SRIPARI.COM | TUBAN-Suasana tidak biasa itu terjadi lantaran permukaan sungai Dusun Jaten dan Krajan yang membelah desa berbukit-bukit bagian barat Kabupaten Tuban yang sangat beragam ini, meluap dan menerjang pemukiman sekitar pukul 02.15 wib

Banjir bandang yang merambah 32 rumah warga tersebut, merupakan akumulasi tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur desa setempat sejak Rabu (15/03/2017) malam.

Sejumlah warga yang panik berupaya memindahkan ternak dan berbagai barang berharga lainnya ke tempat yang lebih tinggi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden banjir bandang kejutan disertai gelontoran material bebatuan dan tanah yang berlangsung selama lima jam tersebut.
Endapan lumpur di dalam rumah mencapai lima sentimeter lebih. Sedangkan ketinggian air di dalam pemukiman antara 60-80 sentimeter.

Pemukiman paling parah disasar air bah di antaranya milik Sumarno, Suratman, Tarman, Sarmidi, Sari rejo, Rukadi, Warning, Zaenal abidin, Warning, Lamjuri, Samsudin, Tursit, Rasning, Tursan. Kondisi serupa juga menimpa rumah Ahmad ridwan, Karban, Yadhi Sunaryo, Darminto, Sampurah, Sawiti, Darsimo, Tarsilan, Darsi, Taswi, Singo, Saji, Heri, Paulus, karnadin, Muhar, Rohmad serta Suwiti.

Banjir bandang kali ini tidak sampai menyebabkan kerugian pada bidang pertanian lantaran sudah dilakukan panen raya sepekan lalu. Hanya saja, lahan pertanian yang rencananya akan dilakukan penananam padi, Jumat (17/03/2017) hari, dipastikan gagal. Semua seluruh persemaian turut tersapu derasnya luapan sungai.

Kasi Pembinaan Masyarakat dan Trantib Kecamatan Montong, Sarwan, mengatakan banjir bandang diakibatkan tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah hulu. Hal ini membuat sungai yang berada di Desa Bringin meluap kemudian mengalir menuju Desa Maindu, Desa Sumurgung, Desa Pakel.

Kondisi tersebut diperparah aliran air dari perbukitan Desa Pucangan menuju Desa Talangkembar dan berakhir di Desa Guwoterus, yang menjadi kawasan terparah ketika terjadi insiden banjir bandang.

Menurut Sarwan, untuk mengurai masalah tersebut saat ini pihak muspika Montong tengah melakukan pembahasan dengan seluruh kepala desa. Pokok pembahasan fokus tentang peninggijan jalan yang sekaligus dapat berfungsi sebagai tanggul.

"Solusi lain melakukan normalisasi sungai sebagai jawaban agar banjir tidak lagi terjadi di kemudian hari," tandas Sarwan sembari menjelaskan hingga saat ini belum memegang data belum melakukan pengukuran sesuai fakta lapangan. []

AHMAD AKA