» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Satu Lagi Bos Besar Pabrik Arak Semanding Distempel DPO
09 Maret 2017 | Tuban Barometer | Dibaca 1500 kali
SALUT: Bupati Fathul Huda saat berada di lokasi pabrik arak memberikan arahan kepada Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad dan Kapolsek Semanding AKP Desis Susilo usai penggerebekan, Kamis (09/03/2017) siang. Inset: barang bukti yang disita dari lokasi. Foto: HUMAS POLSEK SEMANDING
Setelah sebelumnya polisi menetapkan War (45) pemilik pabrik arak tengah hutan Dusun Medokan, Desa Bektiharjo sebagai buron, menyusul Sud (46) owner industri "putihan" distempel DPO (daftar pencarian orang) oleh Polres Tuban.

SRIPARI.COM | TUBAN-Penetapan Sud sebagai buron karena petugas gabungan Polri, Satpol PP dan TNI, yang melakukan operasi pabrik arak beromset miliaran rupiah miliknya di kawasan Manunggal Utara, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kamis (09/03/2017) pagi, tak berada di lokasi.

Dalam penggerebekan yang dipimpin Kapolsek Semanding AKP Desis Susilo ini, Sud yang merupakan wajah lama dan pernah diamankan dalam kasus serupa, diduga telah kabur lebih dulu. Ketika tiba di lokasi, petugas hanya menemukan penjaga pabrik dan tidak ada aktivitas pembuatan minuman keras tradisional dengan kadar alkohol 25 persen tersebut.

Namun begitu, sebanyak  2.150 liter arak kemasan siap edar, 130 drum plastik berisi 4.000 liter arak proses fermentasi, 4 ton gula merah, 128 tabung elpiji melon kemasan 3 kilogram, 10 kompor gas serta tiga tungku tembaga berhasil diamankan paksa petugas untuk dimusnahkan.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat petugas gabungan segera menindaklanjuti. Hasilnya, setelah dilakukan pengrebekan ternyata kami berhasil menemukan sejumah alat bukti," tutur Kapolsek Semanding, AKP Desis Susilo, Kamis (09/03/2017) pagi.

Pelaku dijerat diancam pasal 135 junto pasal 71 ayat 2 sub 140 ayat 2 undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun atau denda Rp 2 miliar.

"Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan pabrik arak kita harapkan dapat diinformasikan ke kami. Pemberi informasi kita jamin kerahasiaannya," tandas Desis.

Sementara Bupati Fathul Huda yang tiba paska penggerebekan diiringkan Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad memberikan apreasisasi atas kerja keras tim gabungan.

"Kabupaten Tuban harus bersih dari minuman keras. Pelakunya harus ditindak tegas. Itu sudah komitmen kita," kata dia.

Sementara Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad kepada awak media mengutarakan, wilayah pasar  edar pabrik arak tersebut membentang dari Pulau Jawa hingga Bali ini, dalam sekali produksi mampu menghasilkan 300 liter. Setiap bulannya diestimasikan meraup Rp 360 juta. Jika dikalikan satu produksi pabrik ini bisa menyentuk angka Rp 4 miliar.

Sebagai informasi, sebelumnya polisi menetapkan War (45), salah satu pemilik pabrik arak di Kecamatan Semanding, sebagai buron dan memasukkan namanya dalam daftar pencarian orang (DPO).

Diduga dia kabur dari pabriknya yang berada di kawasan ladang pertanian tengah hutan Dusun Medokan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, saat petugas melakukan penertiban, Kamis (02/03/2017) lalu. []

AHMAD AKA