» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Tiga Hari "Mogok Makan" Tiba-tiba Terjun Bebas di Gamping Garang
01 Maret 2017 | Tuban Barometer | Dibaca 1500 kali
TERJUN BEBAS: Inilah kawasan Gamping Garang di Desa Ngarum, Kecamatan Grabagan, yang menjadi tempat korban bunuh diri, awal pekan ini. Foto: SRIPARI.COM/M ZAINUDDIN
Sun (25) warga Dusun Kintelan, Desa Gunung Anyar, Kecamatan Soko, ditemukan meregang nyawa di bawah bukit Gamping Garang. Diduga korban terjun dari atas perbukitan setinggi 10 meter yang berada di Desa Ngarum, Kecamatan Grabagan, awal pekan ini.

SRIPARI.COM, TUBAN-Upaya warga menyelamatkan nyawa lelaki beranak perempuan imut-imut berumur dua tahun tersebut tak membuahkan hasil. Korban yang dibawa dengan sepeda motor meninggal dunia sesaat setelah tiba di Puskesmas Soko.

Sejumlah tetangga korban menuturkan, sebelum kejadian Sun sempat tidak mau makan dan minum selama tiga hari. Dia juga tak berbicara sepatah katapun. Keluarga dan para tetangga juga sempat menjaga Sun bergantian agar tidak keluar rumah.

Diduga lelaki bersahaja itu mengalami depresi karena persoalan penyakit yang mengeram di tubuhnya tak kunjung sembuh. Namun sejumlah warga menyebut korban sering mengalami halusinasi dan ketakutan tanpa sebab.

Tak ada yang mengetahui kapan persisnya korban keluar rumah di tengah penjagaan kerabat dan para tetangga. Sampai akhirnya kabar duka itu dibawa ke rumah oleh warga yang menemukan korban meregang nyawa di kaki bukit Gamping Garang.

"Tiba-tiba kami menerima kabar kalau korban terjun dari atas bukit Gamping Garang," kata Suwarno tetangga Sun sembari mengumbuhkan sebelumnya korban sudah pernah berusaha bunuh diri namun berhasil digagalkan keluarga.

Sebagai informasi, tahun lalu diduga tak kuat menanggung derita akibat sakit yang menggerogoti tubuhnya, membuat Wakiran (70) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Sontak warga Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Jumat (11/11/2016) pagi, histeris.

Warga sempat tak percaya jika kakek empat cucu itu meninggal dengan cara mengenaskan. Kematian suami Karijah (64) yang telah memberi dua anak masing-masing Suwarpiah dan Cukinah rasanya sangat mendadak.

Namun ketika warga mendatangi rumahnya di RT 06 RW 02 Dusun Warang, Desa Sumurcinde, tubuh kakek Wakiran sudah terbujur kaku. Dia sudah tak bernyawa. Tali plastik warna kuning yang digunakan gantung diri masih melilit di lehernya. Pertama kali yang mengetahui kejadian sekitar pukul 09.30 wib tersebut adalah Cukinah, aanak korban. Ketika itu dirinya bermaksud mengambil kain panjang di dalam kamar. []

WARIGALIT DE BRO