» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Warga Bantaran Kali Kening Evakuasi Ternak dan Barang Berharga
16 Februari 2017 | Tuban Barometer | Dibaca 1505 kali
BANJIR : Salah satu sudut Dusun Kluncing, Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan, yang terendam air akibat luapan Kali Kening, Kamis (16/02/2017) sore. Foto: SRIPARI.COM/AKA
Sejumlah warga di Desa Suciharjo, Margorejo dan Desa Selogabus di Kecamatan Parengan, tampak lebih sibuk dibanding hari-hari sebelumnya sepanjang Kamis (16/02/2017). Wajah-wajah mereka sedikit galau dan langkah kakinya cepat tergesa-gesa.

SRIPARI.COM, TUBAN-Roda kehidupan para warga yang berdiam di tiga desa tersebut terasa lebih cepat berputar dari biasanya bukan tanpa pasal. Situasi sibuk ini tak lepas dari terus naiknya tinggi muka air Kali Kening terus naik sejak dini hari, seiring meningkatnya intensitas hujan sejak sepekan belakangan, di kawasan yang dikelilingi habitat hutan jati tersebut.

Maklum, ketiga desa itu merupakan daerah aliran sungai (DAS) Kali Kening yang secara empiris menjadi langganan banjir di saat musim penghujan seperti sekarang ini. Sejak pagi warga Dusun Kluncing, Desa Suciharjo, mulai mengungsikan hewan ternak hingga mengevakuasi barang berharga lainnya. Hal ini dilakukan mengingat permukaan Kali Kening masih berpotensi naik.

Sebagai desa yang berada di kawasan bantaran sungai para warga harus berkejaran dengan waktu. Apalagi jarak pemukiman penduduk dengan bibir Kali Kening tak lebih dari 500 meter saja.

"Yang penting ternak peliharaan dan barang berharga lainnya kita ungsikan ke tempat yang lebih tinggi karena banjir luapan Kali Kening masih akan naik signifikan malam nanti," terang Agus Prianto (32) warga Dusun Kluncing yang tengah sibuk mengungsikan barang-barangnya.

AKibat meluapnya Kali Kening sejak pukul 02.00 wib dinihari sudah ada tujuh rumah yang tergenang banjir. Ketinggian air di dalam rumah mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Selain itu, banjir juga merendam tanaman jagung seluas 7 hektar yang baru saja dilakukan penanaman. Sepanjang 700 meter jalan lingkungan juga turut terendam banjir.

"Kami sudah melaporkan (banjir) kepada pihak kecamatan. Kita berharap semoga pihak terkait segera memberikan penanganan untuk masyarakat terdampak banjir Kali Kening," imbuh Kepala Dusun Kluncing, Nyono (52), ditemui terpisah.

Pantauan di lapangan, luapan serupa juga terjadi di Desa Selogabus. Banjir luapan Kali Kening ini telah telah merendam sekitar delapan rumah warga yang berada di Dusun Pulo dan Dusun Juwet, serta jalan lingkungan dengan panjang 250 meter. Ketinggian air antara 20 sampai 40 sentimeter. Sementara 5 hektar tanaman padi yang baru saja usai ditanam juga terendam banjir.

Sedangkan di Desa Margorejo, banjir mengakibatkan 48 rumah warga di Dusun Krajan dan Dusun Kentong tergenang. Ketinggian air mencapai satu meter. Banjir selain merendam sebanyak 15 hektar lahan pertanian, juga nyaris menutup seluruh permukaan jalan lingkungan yang menghubungkan kedua dusun tersebut. Panjangnya mencapai 1.350 meter. []

AKA | SRIPARI.COM