» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Rengel Dikepung Banjir Dusun Lumpuh Total Tagana Melekan di Atas Perahu
27 November 2016 | Tuban Barometer | Dibaca 1493 kali
LUMPUH TOTAL: Salah satu rumah warga di Dusun Tempes, Desa Karangtinoto, Kota Rengel, yang dikepung banjir, Minggu (27/11/2016) malam. Foto: SRIPARI.COM/EKO SETYONO
Setelah sebelumnya banjir luapan Bengawan Solo membuat beberapa dusun di Desa Tambakrejo Kota Rengel, terisolasi, giliran Dusun Tempes Desa Karangtinoto lumpuh total sejak pukul 20.00 wib, Minggu (27/11/2016). Dua desa bertetangga ini berada tak jauh dari bibir bengawan.

SRIPARI.COM, TUBAN-Tampak wajah-wajah murung saat pewarta sripari.com yang berada satu perahu dengan relawan Tagana Kota Rengel tiba di Dusun Tempes sekira jam 20.30 wib. Jalanan dusun sudah berubah seperti sungai anakan karena semua permukaannya tertutup air setinggi paha orang dewasa.

Bukan soal dusun mereka diisolir banjir yang membuat galau. Soal banjir adalah urusan rutin setiap jelang datangnya tutup tahun seperti sekarang. Mereka sudah ditempa dari generasi ke generasi. Rumus alam bagaimana memecahkan soal banjir, bagi warga Dusun Tempes selalu dilewati nyaris tanpa kendala berarti.

Hanya saja, banjir kali ini momennya tidak tepat, tak selaras dengan hitungan pranatamangsa yang menjadi kalender masa tanam bagi para petani. Banjir kali ini, meruntuhkan asa petani membawa pulang hasil panen tanaman padi. Ratusan hektar tanaman padi sebagian hanya menunggu waktu untuk dipanen. Sedangkan sebagian petani lainnya, benar-benar terpuruk.

Sejumlah warga mengatakan, hampir separoh luas wilayah desa areal tanaman padi yang terendam merupakan tanam kali kedua. Sebelumnya, akhir September 2016 banjir serupa membuat tanaman padi yang baru berrumur kurang dari 30 hari mati akibat kebanjiran.

"Sudah gak ada yang bisa diharapkan dari menggarap sawah. Dua kali tanam dua kali pula gagal," ungkap beberapa petani kepada relawan Tagana Kota Rengel yang sejak lepas magrib menyusuri kawasan banjir dengan perahu sewaan.

Para pegiat kemanusiaan tanpa bayaran ini, rencananya akan begadang di atas perahu guna memantau dan mendata sejumlah dampak banjir sampai cuaca terang. Sementara beberapa relawan lainnya sibuk menyiapkan perahu untuk proses evakuasi esok. Utamanya untuk mengangkut para siswa daerah banjir yang akan berangkat sekolah, Senin (28/11/2016) pagi, di pelbagai penjuru Kota Rengel.

"Perahu-perahu ini sumbangan dari kepala desa di kawasan banjir. Kita dan beberapa yang nanti akan melakukan proses evakuasi. Kita dahulukan para siswa yang akan masuk sekolah," terang sejumlah relawan Tagana yang siap siaga di titik banjir Desa Ngadirejo.

Sementara penelusuran lapangan hingga pukul 23.00 wib banjir semakin meluas. Sejumlah titik pemukiman dalam Kota Rengel sudah dirambah banjir. Di antaranya Karang Tengah dan Pesantren. Banjir juga sudah melewati hamparan persawahan yang berada di belahan selatan Balai Desa Rengel. []

EKO SETYONO