» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Bengawan Solo Terus Menyodok Sebagian Tuban Tenggelam
27 November 2016 | Tuban Barometer | Dibaca 1514 kali
DIKEPUNG BANJIR: Gedung SDN Ngadirejo II Kota Rengel mulai disebur banjir. Sementara buku dan dokumen berharga sudah dinaikkan ke atas meja air terus meninggi. Foto: SRIPARI.COM/M ZAINUDDIN
Banjir kian menjadi. Sebagian wilayah di Kabupaten Tuban yang selama ini menjadi langganan banjir terus dikepung air. Akses jalan lumpuh total. Pemukiman warga dan gedung sekolah perlahan tapi pasti mulai terbenam. Ketinggian air di dalam rumah mencapai satu meter lebih.

SRIPARI.COM, TUBAN-Kalaksa BPBD Kabupaten Tuban, Joko Ludiono, mengatakan meluasnya serangan banjir dipicu hulu Bengawan Solo di Bojonegoro meningkat pesat sejak pagi.

Berdasarkan kawat yang diterima, Dinas Pekerjaan Umum dan BPBD Bojonegoro sudah menutup 58 pintu air darurat dengan karung berisi pasir. Pintu darurat di tanggul sebelah barat dan utara Kota Bojonegoro dijaga polisi, TNI dan linmas. Hal itu dilakukan mengingat posisi tinggi muka air Bengawan Solo sudah berada di angka 14.94 phielschaal, agar air tidak masuk wilayah kota.

"Kita masih mendata secara rinci desa dan kecamatan yang terendam banjir. Tapi yang jelas Kecamatan Widang, Plumpang, Rengel dan Soko sebagian wilayahnya sudah direndam banjir. Karena memang berada di bantaran bengawan," tutur Joko.

Sementara pantauan pewarta sripari.com, Minggu (27/11/2016) petang, kawasan paling parah di Kecamatan Rengel yang dikepung banjir adalah Desa Ngadirejo, Kanorejo, Tambakrejo, Karangtinoto serta Bulurejo. Sebagian desa seperti Rengel, Sawahan, Sumberjo serta Maibit juga disasar banjir.

Namun begitu, sejumlah warga di kawasan terdampak banjir terparah di belahan selatan Kota Rengel belum juga mau mengungsi. Warga berdalih sudah akrab dengan kondisi seperti itu. Mereka memilih tinggal di rumah untuk menjaga harta bendanya masing-masing.

Sedangkan di SDN Ngadirejo II beberapa warga dan guru bahu membahu memindahkan sejumlah buku dan dokumen berharga ke tempat yang lebih tinggi. Pekerjaan ini dilakukan mengantisipasi banjir yang diprediksi masih akan naik.

"Jika banjirnya masih seperti ini kemungkinan siswa akan diliburkan. Mengingat kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi. Keselamatan para siswa di atas segalanya," tutur Kepala SDN Ngadirejo II, Sumiyati, ditemui usai mengevakuasi barang berharga di dalam gedung sekolah.

Mengantisipasi kondisi itu, Polsek Rengel mengerahkan personilnya dan menyiagakan mobil patroli 802 guna mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Mereka disiagakan 24 jam non stop untuk memantau perkembangan Bengawan Solo serta melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta tokoh masyarakat.

"Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu bersiaga, dan menjalin komunikasi dengan pemerintah desa masing-masing. Jika sewaktu-waktu membutuhkan bantuan Polsek Rengel siap setiap saat," ujar Kapolsek Rengel AKP Musa Bakhtiar. []

M ZAINUDDIN