» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Dinkes Tuban "Potong Kompas" Operasi Gratis Hidrosefalus Joko Waras
14 November 2016 | Tuban Barometer | Dibaca 2707 kali
SAIFUL HADI: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban Foto: SRIPARI.COM/M ZAINUDDIN
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban mengambil langkah cepat menangani Ahmad Sarul Mari alias Joko waras, meski status kependudukan ibunya Dwi (bukan Dewi seperti yang diberitakan kemarin) Indah Setyo Rini yang saat ini tinggal di Desa Sumberjo, Rengel, masih ber KTP Gresik. Anak hidrosefalus itu langsung dirujuk ke RSUD dr Koesma Tuban.

SRIPARI.COM, TUBAN-Kepala Dinkes Tuban Saiful Hadi, mengatakan pihaknya langsung melakukan potong kompas dan memerintahkan Kepala Desa Sumberjo Suhadi membuat surat keterangan domisili agar Joko Waras, bocah yang diduga digerogoti hidrosefalus, bisa mendapatkan pengobatan gratis dengan menggunakan fasilitas kartu Indonesia sehat (KIS). Pendek kata, dalam kondisi kritis seperti ini persoalan status kependudukan harus dicarikan solusi cepat dan pintar.

"Ini murni demi kemanusiaan. Joko Waras harus segera diselamatkan karena kondisinya sudah sangat kritis. Kemarin sore langsung ditangani tim medis RSUD," kata Saiful saat dihubungi pewarta sripari.com, Senin (14/11/2016) siang.

Menurut dia, saat ini tim medis tengah melakukan penyedotan cairan berlebih di kepala, dipompa, dan disalurkan ke rongga perut melalui selang. Sebab, operasi hidrosefalus bukanlah operasi pengangkatan seperti halnya operasi tumor. Saiful menegaskan, keberhasilan operasi bisa mencapai 90 persen asalkan Joko Waras tidak memiliki penyakit penyerta.

"Memang tidak bisa serta merta membuat bentuk kepala langsung normal. Penyedotan dengan selang ini akan kita lakukan setiap enam bulan sekali," ujar Saiful.

Untuk itu, dia berharap kondisi yang menimpa Joko Waras tidak boleh terulang lagi di Kabupaten Tuban. Di luar status administrasi yang semula jadi kendala seharusnya bisa langsung dikoordinaskian dengan pihak terkait. Apalagi, Dwi Indah Setyo Rini, ibu Joko Waras, dari informasi yang Saiful terima sudah bedomisili di RT 10 RW 04 Dusun Kopen, Desa Sumberjo, Kecamatan Rengel, tahun 2015 lalu. Dwi kembali ke kampung halamannya karena diabaikan suaminya.

"Sebab itu, kami mengimbau kepada masyarakat jika menemui kasus seperti yang dialami Joko Waras cepat-cepat dilaporkan. Dengan begitu kami bisa segera mengambil langkah-langkah konkret," tegas mantan dokter teladan Jawa Timur tahun 1986 ini.

Saiful memaparkan, secara umum hidrosefalus banyak menggerogoti anak-anak dari keluarga miskin. Faktor kekurangan asupan nutrisi menjadi salah satu pemicunya. Hidrosefalus atau akumulasi cairan di dalam otak yang menyebabkan kepala bayi membesar bisa dideteksi sejak dalam kandungan.

"Berbagai faktor bisa menjadi pemicu hidrosefalus. Bisa saat pembentukan dan perkembangan embrio terjadi infeksi, bisa karena perdarahan, tumor, dan kelainan genetik. Bisa juga bibitnya tidak ungggul, Mas," tutur Saiful.

Berkaitan itu, dia mewanti-wanti kepada ibu hamil rajin memeriksakan kesehatannya agar bisa dideteksi secara dini pula bayi yang sedang dikandung. Sebab, kebutuhan nutrisi serta obat-obatan lain adalah menu wajib bagi ibu hamil. []

M ZAINUDDIN