» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Potret: Seumur Hidupnya Bocah Rengel ini Berteman dengan "Hidrosefalus"
13 November 2016 | Tuban Barometer | Dibaca 2745 kali
SIAPA PEDULI: Dwi Indah Setyo Rini (20) tak letih membuai anaknya Joko Waras (1,2) di rumahnya Desa Sumberjo, Kecamatan Rengel, Minggu (13/11/2016) sore. Di rumah inilah Joko Waras menahan deritanya. Foto: SRIPARI.COM/EKO SETYONO
Sebuah rumah mungil dua empyak berdinding anyaman bambu di RT 10 RW 04 Dusun Kopen, Desa Sumberjo, Kecamatan Rengel, terlihat lebih suram dibanding rumah lainnya, Minggu (13/11/2016) sore. Bukan lantaran matahari beranjak mengeram di kaki langit.

SRIPARI.COM, TUBAN-Pintu depan dibiarkan menganga agar cahaya dari luar bisa masuk karena tidak ada jendela, terasa kontras dengan rumah di sekelilinngya yang kokoh. Beberapa di antaranya tampak sedang direnovasi.

Di rumah inilah Joko Waras, bocah 14 bulan yang hampir sepanjang hidunpya digerogoti penyakit mengerikan yang diduga hidrosefalus, tinggal bersama ibunya Dewi Indah Setyo Rini (20). Selama itu pula, Joka Waras "menikmati" deritanya dalam ayunan Dewi. Kepalanya yang lebih besar dari tubuh mungilnya, membuat Joko Waras belum pernah sekalipun menginjak tanah, seperti umumnya bocah-bocah seumuran dia.

Anehnya, kondisi mengenaskan Joko Waras dengan seabrek keterbatasan keluarganya, baru terungkap setelah hari ini relawan Tagana dan KSB Kota Rengel mengunggah foto-foto nestapa dalam gendongan ibunya ke akun facebook, yang kemudian jadi viral. Publik seperti tersengat. Potret nestapa Joko Waras seolah menjadi sebuah ironi di tengah puncak pesta Hari Jadi Kabupaten Tuban yang digelar tanggal 12 November 2016 kemarin.

Saat pewarta sripari.com menyambangi rumahnya, Dewi baru saja memandikan Joko Waras. Dengan hati-hati dia membedaki sekujur tubuh si kecil, sebelum mengakhiri pada bagian wajah. Ketika tahu yang datang wartawan, Dewi kemudian memanggil kakak iparnya yang tinggal bersebelahan.

Dewi menuturkan, benjolan kecil yang tumbuh di kepala Joko Waras mulai terlihat saat berumur dua bulan, atau persis sebulan keluar dari RSUD Ibnu Sina Gresik. Proses kelahiran Joko Waras sendiri harus melalui operasi caesar.

Masalah tak berhenti sampai di sini. Joko Waras ternyata bermasalah dengan kesehatannya karena terlahir prematur. Selama sebulan dia harus menjadi penghuni inkubator.

"Setelah sebulan pihak rumah sakit mengijinkan kami bawa pulang si Joko untu dirawat di rumah," kata Dewi yang saat itu masih tinggal di Gresik bersama suaminya.

Karena pertimbangan ekonomi, setahun lalu Dewi memutuskan pulang ke rumah orang tuanya di Kota Rengel. Dia memilih tinggal di rumah yang ditinggali sekarang, meski rumah orang tuanya lebih hangat karena sudah permanen meski belum sempurna.

Rupanya masalah terus mengikutinya. Suaminya yang asli Gresik tak pernah pulang menyambangi dia dan anaknya. Dewi juga tak lagi diberi nafkah. Setiap ditelepon selalu bilang lagi repot, sedang banyak urusan dan alasan lainnya.

"Pulang-pulang lebaran kemarin. Setelah memberi uang Rp 150 ribu dia langsung balik ke Gresik. Sampai sekarang nggak pernah pulang lagi. Saya telepon nggak bisa. Mungkin sudah ganti nomor," kata Dewi getir.

Ketika ditanya apakah selama ini sudah berusaha membawa anaknya ke dokter atau psukesmas, Dewi mendadak muram.

Seminggu yang lalu dia mendatangi Puskesmas Rengel yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumahnya untuk meminta saran terkait kondisi anaknya.

"Karena saya belum punya KTP sini (Kota Rengel) petugas puskesmas mengatakan tidak bisa memberikan solusi," ujar Dewi yang mengaku sudah mengurus KTP di Kantor Kepala Desa Sumberjo bulan Januari lalu, namun hingga sekarang tak ada kabar beritanya.

Kepala Desa Sumberjo, Suhadi, tampaknya juga baru mengetahui kondisi warganya setelah foto-foto Joka Waras menjadi viral di jejaring sosial.

"Itu (kondisi Joko Waras-red) sudah dilaporkan ke puskesmas terdekat seminggu yang lalu. Katanya terkendala KTP," ungkap Suhadi melalui sms yang dikirim kepada warga ketika menjawab komplain soal Joko Waras.

Dia juga berjanji akan mencari tahu apakah Dewi sudah mengajukan KTP atau belum. "Soal detailnya nanti saya ceknya. Apa betul dia (Dewi) ngurus KTP-nya sudah lama," imbuh Suhadi menyambung pertanyaan susulan juga melalui sms. []

EKO SETYONO