» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Kewalahan, Pertamina Gandeng Polres Tuban Basmi Pasar BBM Ilegal
06 November 2016 | Tuban Barometer | Dibaca 819 kali

KAPOLRES TUBAN: AKBP Fadly Samad.

Aktivitas pasar "bebas" di Kabupaten Tuban dengan komoditas bahan bakar minyak (BBM) yang diduga ilegal membuat PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) Aset 4 kewalahan.

SRIPARI.COM, TUBAN-Kuat dugaan pasokan BBM ilegal itu hasil penyulingan minyak mentah secara tradisional, di tengah PEPC berkonsentrasi melakukan penetrasi mencari cadangan migas untuk pemenuhan cadangan energi nasional di Kabupaten Tuban.    
 
Sebagai upaya menggusur keberadaan pasar "bebas" yang sudah menggurita selama satu dasa warsa lebih ini PEPC Aset 4 mengandeng Polres Tuban. Hasilnya, dari serangkaian razia yang dilakukan secara agresif, Polres Tuban sukses membuat pasar "bebas" BBM ilegal terus menciut.

"Informasi peredaran BBM ilegal yang sudah berlangsung puluhan tahun ini kerap kali diterima oleh Polres Tuban. Namun, kegiatan merugikan negara itu membutuhkan kerjasama beberapa pihak," tegas Kapolers Tuban AKBP Fadly Samad kepada wartawan.

Menurut dia, para pelaku pasar BBM ilegal itu mengolah minyak mentah hasil sulingan sendiri yang diperoleh dari sejumlah sumur tua, salah satunya di Kecamatan Senori atau populer dengan nama Sumur Tapen.

“Jika awalnya ada 100 pengepul di Kecamatan Senori, sekarang tinggal sekitar 40 orang saja,” tutur perwira menengah berdarah Makassar ini.

Fadly mengimbuhkan, sebagai runing kerjasama dengan PEPC Aset 4 tersebut pihaknya akan menggelar razia besar-besaran di beberapa kawasan yang hingga kini dicurigai masih menjadi pusat pasar "bebas" BBM ilegal. Dia juga mengakui, sudah mengantongi sejumlah nama pengepul asal Rembang (Jawa Tengah), Kecamatan Jenu, Tambakboyo, Senori, Bancar dan sekitarnya di Kabupaten Tuban yang akan menjadi sasaran operasi.

Namun begitu, Fadly menandaskan, sebelumnya akan didahukui dengan memberikan sosialisasi dan imbauan sebelum operasi dilancarkan. Dalam kesempatan tersebut juga melibatkan PEPC Aset 4 sebagai pelapor, muspika,  perangkat desa serta tokoh masyarakat.

"Kepada pengepul maupun penjual BBM solar olahan ilegal, agar segera menghentikan aktivitasnya sebelum  petugas memberikan tindakan tegas. Karena usaha ini jelas-jelas telah merugikan negara," katanya  sembari mengingatkan, perbuatan tersebut  melanggar pasal 53 huruf d junto  pasal 23 Undang-undang nomor 22 tahun 2001tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman pidana tiga tahun penjara. []


M ZAINUDDIN