» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Tuban Barometer

Bojonegoro Tuban Siaga 1, Warga Rengel Obok-obok Bengawan Solo
29 September 2016 | Tuban Barometer | Dibaca 1509 kali

Permukaan air Bengawan Solo yang naik secara signifikan sepanjang Kamis (29/09/2016), membuat bantaran daerah  aliran sungai (DAS) yang membentang mulai Bojonegoro hingga Tuban terendam banjir. Namun, sinyal siaga 1 atau merah ini malah membuat warga  Desa Rengel beramai-ramai menyerbu bantaran Bengawan Solo, untuk berburu ikan.

sripari.com, TUBAN- Saking banyaknya, warga dengan mudah memungut ikan yang mengambang di permukaan air banjir dengan tangan kosong. Tak perlu menggunakan jaring maupun pancing. Titik yang paling banyak diserbu warga adalah lokasi penambangan perahu di Desa Ngadirejo, Kecamatan Remgel.

Warga memperkirakan, gerombolan ikan tersebut berasal dari sejumlah area budi daya ikan dan tambak di daerah hulu Bengawan Solo  yang terendam banjir. Ribuan ikan ini hanyut bersama arus setelah permukaan tambak rata dengan air akibat permukaan Bengawan Solo naik mendadak.

"Justru ikan akan naik ke bantaran Bengawan Solo saat volume air juga naik. Dalam kondisi seperti ini ikan-ikan dapat dengan mudah kita tangkap," ujar Rohman, salah seorang warga dengan rona berseri sesaat setelah berburu ikan bersama kelompoknya.  

Sementara pengelolaan sumber daya air wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro menyatakan siaga 1 menyusul  ketinggian air  13,10 meter,  yang terpantau Kamis (29/09/2016) pukul 09.00 wib. Padahal tiga jam sebelummya atau pukul 06.00 wib terpantau 12,82 meter.

Kepala Posko UPT Bengawan Solo di Bojonegoro, Suyono,  menjelaskan dalam waktu bersamaan ketinggian air di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, mencapai 28,05 meter. Sedangkan ketinggian air Bengawan Solo di Ndungus, Ngawi, mencapai 8,70 meter atau siaga 3 merah.

"Kondisi ini sudah masuk siaga satu karena ketinggian air sudah hampir 29 meter. Tiga jam sebelumnya atau sekitar pukul 06.00 wib masih terbaca 27,90 meter," tutur Suyono.

Dia menjelaskan, naiknya permukaan air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur akibaat banjir di kawasan  hulunya yang berada di daerah Madiun dan sekitarnya.

"Ini sudah masuk siaga banjir. Pemantauan air Bengawan Solo di Bojonegoro dilakukan satu jam sekali, yang sebelumnya tiga jam sekali," kata Suyono.

Berdasar data BMKG Juanda,  disebutkan sepanjang  Ngawi, Bojonegoro, Madiun dan Magetan terjadi hujan ringan. Sementara Ponorogo mengalami hujan sedang dalam dua hari ini.

Laporan dari Waduk Gajahmungkur di Wonogiri, Jawa Tengah, juga tidak ada pembuangan air melalui saluran pelimpah yang bisa menambah besarnya banjir di hilir Jatim.

BPBD Bojonegoro telah menyiapkan berbagai kebutuhan dalam menghadapi ancaman bencana banjir, tanah longsor serta angin kencang memasuki musim hujan tahun ini.

Berikut ini penjelasan soal status siaga banjir. Siaga 4 jika belum ada peningkatan debit air. Pengamatan tinggi mata air (TMT) dilakukan tiap satu jam. Siaga 3 atau hijau jika hujan menyebabkan genangan air namun belum kritis dan membahayakan. Masyarakat diminta berhati-hati dan mempersiapkan dari kemungkinan banjir. Pengamatan TMA dilakukan tiap 30 menit.

Siaga 2 atau kuning jika genangan meluas. Pengamatan TMA dilakukan tiap 15 menit. Siaga 1 atau merah, bila genangan dalam waktu enam jam tak surut. Pengamatan TMA dilakukan tiap lima menit sekali. []


EKO SETYONO, M ZAINUDDIN