» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Surabaya Barometer

Jawa Timur Tak Akan "Copy Paste" Ganjil Genap Ibu Kota
05 Desember 2018 | Surabaya Barometer | Dibaca 704 kali
SOEKARWO: Gubernur Jawa Timur. Foto: YOUTUBE
Meski mampu menjadi solusi mengurai kemacetan lalu lintas Kota Jakarta, namun Pemprov Jawa Timur belum ada rencana mengusung konsep ganjil genap nntuk mengatur lalu lintas

SRIPARI.COM | SURABAYA-Wacana ganjil ganjil genap sebagai sistem pengaturan lalu lintas yang kini sudah dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta sebagai ibu kota negara, mengemuka dalam diskusi resmi yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur bersama Masyarakat Transportasi Indonesia bertajuk rencana penerapan ganjil genap mobil pribadi, Senin (03/12/2018), awal pekan ini.

Dalam diskusi tersebut sejumlah kota besar di Jawa Timur seperti Surabaya dan Malang diwacanakan akan disasar model ganji genap seperti yang sudah berjalan di Jakarta. Namun begitu Kepala Dishub Jatim, Fattah Jasin, mengungkapkan model ganjil genap untuk mengatur lalu lintas masih akan dilakukan penjajakan kebijakan bersama Kementerian Perhubungan dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) di Surabaya.

Menanggapi wacana tersebut Gubernur Soekarwo menyatakan hingga sejauh ini Jawa Timur tidak berniat menerapkan kebijakan ganjil genap untuk pengaturan lalu lintas. Kebijakan ganjil genap hanya judul workshop yang digelar Kementerian Perhubungan yang kebetulan tempatnya di Surabaya.

"Jadi saya tegaskan bukan untuk diterapkan di Jawa Timur (kebijakan ganjil genap). Masih perlu proses diskusi dan kajian mendalam serta meminta masukan dari masyarakat," tegas Soekarwo kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (04/12/2018) siang.

Menurut dia, konsep ganjil genap hanya wacana yang dibahas dalam workshop Kementerian Perhubungan yang digelar awal pekan ini di Surabaya, bukan untuk dilaksanakan. Kementerian Perhubungan sifatnya hanya meminta masukan dari stakeholder di Jawa Timur tentang kebijakan ganjil genap yang dilaksanakan di ibu kota.

Sementara Fattah Jasin mengimbuhkan, penerapan kebijakan ganjil genap untuk menata lalu lintas di Jawa Timur tidak bisa langsung diterapkan dengan cepat. Dinas Perhuhubungan sebagai penyelenggara acara workshop, kata dia, hanya melaksanakan intruksi Kementerian Perhubungan selaku institusi di tingkat pusat. Fattah menyatakan, masih akan melakukan kajian menyeluruh bersama semua pihak, sebagai langkah antisipatif untuk penerapan ganjil genap di Jawa Timur. []

Warigalit de Bro