» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Ipari

Orlitani, Inovasi Terbarukan Pengembangan Pupuk Organik Biovaktor
06 Desember 2018 | Ipari | Dibaca 749 kali
ILLUSTRASI: Pupuk organik. Foto: GOOGLE IMAGE DIOLAH
Saat ini pupuk organik sangat digemari oleh petani maupun masyarakat. Salah satu unsur pembentuk pupuk organik ada bioktivator. Kini telah ditemukan inovasi terbaru yang diberi nama orlitani.

SRIPARI.COM | IPARI-Bioaktivator merupakan bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan pupuk organik, biogas serta horman alami dan lainnya. Badan penelitian dan pengembangan pertanian (Balitbangtan) melalui balai besar penelitian dan pengembangan bioteknologi dan sumberdaya genetik (BB Biogen), telah menghasilkan inovasi teknologi bioaktivator dengan nama orlitani.

Orlitani merupakan formula bioaktivator yang mengandung Trichoderma harzianum dan T. koningii. Strain-strain tersebut berasal dari alam Indonesia yang memiliki daya adaptasi dan kompetisi saprofitik yang tinggi.

Bioaktivator orlitani diklaim mampu mempercepat proses dekomposisi limbah pertanian. Misalnya jerami padi dan serasah tanaman lainnya dapat didekomposisi dalam waktu dua hingga empat pekab. Sedangkan limbah pabrik gula berupa blotong dalam waktu dua sampai lima hari, dengan penurunan C/N dalam kisaran 60 hingga 80 persen. Orlitani potensial dikembangkan secara komersial oleh industri pupuk dan sarana produksi pertanian

Produk tersebut sangat cocok untuk diimplementasikan di wilayah yang memiliki limbah pertanian, atau wilayah yang dekat dengan pabrik gula untuk mendorong pengembangan pupuk organik dan pemanfaatannya

Sekadae mengingatkan, pupuk adalah suatu bahan yang mengandung unsur hara atau nutrisi bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman. Unsur hara yang diperlukan oleh tanaman adalah C, H, O (ketersediaan di alam melimpah), N, P, K, Ca, Mg, S (hara makro) dan Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, Mo, B (hara mikro). Pupuk dapat diberikan lewat tanah, daun atau diinjeksi ke batang tanaman.

Jenis pupuk adalah bentuk padat maupun cair. Berdasarkan proses pembuatannya pupuk dibedakan menjadi pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam adalah pupuk yang didapat langsung dari alam, contohnya fosfat alam, pupuk kandang, pupuk hijau, kompos. Jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi. Sebagian dari pupuk alam dapat disebut sebagai pupuk organik karena merupakan hasil proses dekomposisi dari material mahluk hidup seperti, sisa tanaman, kotoran ternak, dan lain-lain. []

BALITBANG PERTANIAN