» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Ipari

Jeruk Manis Tanpa Biji dan Mudah Dikupas
14 Oktober 2018 | Ipari | Dibaca 696 kali
ILLUSTRASI: Jeruk manis tanpa biji. Foto: GOOGLE IMAGE DIOLAH
Saat ini badan penelitian dan oengembangan pertanian (Balitbangtan) melalui balai besar penelitian dan pengembangan bioteknologi dan sumber daya genetik pertanian (BB Biogen) mengembangkan jeruk tanpa biji melalui kultur endosperma.

SRIPARI.COM | IPARI-Inovasi jeruk tanpa biji serta mudah dikupas yang merupakan  kerja sama dengan balai penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika (Balitjestro) serta Institut Pertanian Bogor (IPB) ini kemudian diberi nama Siam Medan atau Siam Madu.

 Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu jeruk di Indonesia maupun global. Yakni dengan memperbaiki karakter jeruk kita agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Karakter tersebut antara lain tidak berbiji (seedless), memiliki warna yang menarik serta mudah dikupas.

 Secara umum bahwa jaringan endosperma pada jeruk memiliki karakter triploid yang secara alami sulit membentuk biji. Artinya, pengembangan jaringan ini menjadi tanaman akan menghasilkan buah yang tanpa biji.  

Keunggulan dari teknologi ini adalah tekniknya sederhana, waktu yang dibutuhkan lebih singkat yaitu satu generasi dan karakter yang dihasilkan sama dengan tetuanya. Teknik yang dilakukan dikatakan sederhana karena tidak perlu melakukan persilangan antara tanaman diploid dan tetraploid yang tidak tersedia di Indonesia.

Cara yang dilakukan adalah mengisolasi jaringan endosperma dan melakukan regenerasi embryogenesis somatik. Isolasi jaringan endosperma harus dilakukan pada saat yang tepat untuk memperoleh jaringan yang seluruh selnya triploid. Karena keseragaman ini, tanaman yang dihasilkan adalah triploid dengan karakter yang lainnya sama dengan tetuanya.

Penanaman pertama pada kultur endosperma ini telah menghasilkan jeruk siam tanpa biji. Saat ini penanaman kedua sedang dilakukan dan diuji oleh petani. Diharapkan bahwa dalam waktu dekat varietas yang diperoleh dapat didaftarkan untuk bisa diedarkan dan dimanfaatkan secara luas.  []

SUMBER: BALITBANGTAN