» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Ipari

Panglima TNI: Tanpa Petani Kita Akan Mati Kelaparan
07 Mei 2017 | Ipari | Dibaca 1497 kali
PEKAN NASIONAL: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat berbicara di depan peserta rembug kontak tani nelayan andalan (KTNA) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat (05/05/2017). Hadir juga Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta Ketua KTNA Nasional Winarno Tohir. Foto: HUMAS PEMPROV ACEH
Dalam konteks kekinian, tak dipungkiri sektor pertanian mengemban peranan penting dan berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi. Tahun 2016 menjadi indikator kebangkitan dan pertumbuhan sektor pertanian.

SRIPARI.COM | IPARI-Penegasan tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
serampung menghadiri rembug kontak tani nelayan andalan (KTNA) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat (05/05/2017).

“Petani dan nelayan adalah pahlawan. Tanpa mereka kita akan mati kelaparan. Bapak Presiden (Joko Widodo) selalu mengatakan sektor pertanian mempunyai andil besar untuk pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya (2016),” tegas jenderal bintang empat ini.

Lebih dari itu, sambung Gatot, sektor pertanian juga yang menyebabkan kesenjangan sosial semakin menipis. Sebab ancaman kepemilikan tanah tidak semakin melebar tapi mnejadi sempit.

“Oleh karena itu, petani harus tetap semangat dalam mengoptimalkan seluruh potensi (pertanian) yang ada di setiap daerah. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani di masa mendatang,” papar dia menyemangati para petani dari seluruh provinsi selaku peserta Penas KTNA yang berlangsung di Provinsi Aceh ini.

Panglima TNI juga menjelaskan tentang tantangan dan peluang petani dan nelayan dalam menghadapi kompetisi global.

Gatot mengatakan, posisi petani dan nelayan di Indonesia sangat strategis. Roda pemerintahan tak akan berjalan normal tanpa mereka. Untuk itu, tandas dia, sudah sepatutnya peningkatan sektor pertanian dan perikanan menjadi prioritas semua pihak.

Sementara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengapresiasi keberhasilan para petani yang telah memajukan sektor pertanian Indonesia. Amran meyakini, dengan terus meningkatnya sektor pertanian, maka Indonesia kelak akan menjadi negara pengekspor pangan.

“Sekarang ini beras tidak impor, bawang kita tidak impor lagi kita sudah ekspor,” tutur Amran Sulaiman menjelaskan peningkatan hasil pertanian Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Amran juga meminta semua pihak, termasuk seluruh pimpinan daerah, untuk semakin meningkatkan kerja demi kemajuan sektor pertanian. []

BRO | KODAM ISKANDAR MUDA | BBS