» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Ipari

Hujan Januari Pukul Petani Jagung Punggung Bukit Grabagan
31 Januari 2017 | Ipari | Dibaca 1498 kali
ASA PETANI: Hamparan ladang jagung di Dusun Buntasan, Desa Grabagan, siap dipanen, Selasa (31/01/2017). Foto: SRIPARI.COM/M ZAINUDDIN
Hamparan tanaman jagung yang tersebar di pelbagi desa di Kecamatan Grabagan siap panen menyisakan kepedihan mendalam ratusan petani setempat.

SRIPARI.COM, TUBAN-Gundah gulana para petani itu dipicu anjloknya harga jagung pipil kering basah hasil panen kali ini yang terus turun tajam. Sejumlah petani jagung bahkan mengklaim tak bisa menutup biaya produksi akibat harga yang jeblok.

Asmuin, salah seorang petani jagung puritan di Desa Banyubang, mengatakan sekarang harga jagung pipil kering basah cuma Rp 3.200 per kilonya. Harga ini sangat berbanding terbalik jika dihitung biaya panen, ongkos pipil hingga penjemuran. Padahal sepekan lalu harganya masih menyentuh angka Rp 3.400.

"Harga itu (Rp 3.200) bisa saja terus turun mengingat cuaca yang tidak menentu. Sudah dua minggu ini hujan turun setiap hari. Pengalaman yang sudah-sudah situasi ini sangat berpengaruh terhadap harga jual jagung," tutur Asmuin di sela mengentas butiran jagung di halaman rumahnya, Selasa (31/01/2017) siang.

Mantan Sekdes Banyubang ini, mengatakan dalam sepekan ini akan terjadi panen raya jagung di ladang-ladang tadah hujan wilayah Kecamatan Grabagan. Seperti sudah menjadi hukum pasar, sebut Asmuin, harga jagung pipil pada saat panen melimpah sulit untuk terkatrol.

"Merunut panen-panen raya sebelumnya harga (jagung) cenderung menurun. Tak hanya jagung. Panen raya cabai maupun singkong juga bernasib sama," imbuh para petani lainnya di Desa Ngarum yang berbatasan dengan Desa Banyubang. []

M ZAINUDDIN