» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Edukasi

Marakkan HUT PGRI dan HGN Guru Kota Rengel Sibuk Gobak Sodor
16 November 2016 | Edukasi | Dibaca 1528 kali
SEMANGAT: Para guru dari eman gugus Kota Rengel antusias berlatih gobak sodor di lapangan Dusun Tawangsari depan SDN Ngadirejo II, Rabu (16/11/2016) pagi. Foto: TITIS, MAT SOLEH FOR SRIPARI.COM
Jelang peringatan hari guru nasional (HGN) dan HUT PGRI ke 71 tahun 2016 kali ini, membuat kalangan pendidik di Kabupaten Tuban sedikit sibuk di luar kelas. Tak terkecuali para guru di Kota Rengel. Para guru yang berasal dari enam gugus ini tampak bersemanngat menggelar latihan gobak sodor di lapangan Dusun Tawangsari depan SDN Ngadirejo II, Rabu (16/11/2016) pagi.

SRIPARI.COM, TUBAN-Sejumlah guru, mengatakan latihan permainan tradisonal gobak sodor ini sebagai ajang  pemanasan dan kekompakan tim menjelang gelaran lomba, yang akan menjadi rangkaian peringatan HGN dan HUT PGRI yang jatuh tanggal 25 November nanti.

Sebab, kata mereka, para prinsipnya para pendidik tersebut sudah sangat memahami dolanan gobak sodor. Baik saat berinteraksi dengan siswa maupun sebagai pelaku pada masa lalu. Gobak sodor pada umumnya gemar dimainkan anak-anak. Karena permainan tradisional ini bisa menjadi media ampuh melatih kecakapan dan keterampilan pada diri anak, terutama untuk melatih kekompakan.

"Latihan ini sekaligus sebagai ajang silaturahim dan olahraga rekan-rekan guru," ujar Kepala SDN Ngadirejo II, Sumiyati, sembari menandaskan acara ini sama sekali tidak mengganggu proses belajar mengajar karena kelas tetap  berlangsung normal.

Disebutkan, inti permainan gobak sodor adalah perpaduan ketangguhan jaga dan lawan yang fokus pada kekompakan tim. Satu tim terdiri antara tiga sampai enam orang.

Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan dengan membuat garis-garis penjagaan dari kapur, seperti lapangan bulu tangkis, hanya bedanya tidak ada garis yang rangkap. Kelompok pertama akan menjadi tim jaga dan yang lain tim lawan.

Tim yang mendapat giliran jaga akan menjaga lapangan. Seorang yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal, tugasnya adalah menjaga wilayahnya yang terletak di tengah lapangan. Sedangkan tim yang menjadi lawan, harus berusaha melewati baris ke baris hingga paling belakang, Kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke baris awal. Syaratnya harus tidak boleh tersentuh lawan.

Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit. Karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat  mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan. Tim lawan dikatakan menang apabila salah satu anggota tim berhasil kembali ke garis start dengan selamat, tidak tersentuh tim lawan.

Tim lawan dikatakan kalah jika salah satu anggotanya tersentuh oleh tim jaga atau keluar melewati garis batas lapangan yang telah ditentukan. Jika hal tersebut terjadi, maka akan dilakukan pergantian posisi. Yakni tim lawan akan  menjadi tim jaga, dan sebaliknya. []

EKO SETYONO