» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Budaya

Jokowi Ajak Masyarakat Pandai Bersyukur dan Optimis Menatap Masa Depan
06 Agustus 2019 | Budaya | Dibaca 861 kali
DZIKIR KEBANGSAAN: Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla menghadiri acara Doa Kebangsaan 74 Tahun Indonesia Merdeka, di Halaman Istana Merdeka, Kamis (01/08/2019) malam. Foto: SETKAB.GO.ID
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat bersyukur dalam memasuki bulan kemerdekaan, dirgahayu kemerdekaan Indonesia ke-74 tahun, Agustus ini.

sripari.com | jakarta- Sebagai bangsa yang besar, presiden menekankan tentu bangsa Indonesia juga ingin dan harus memiliki cita-cita besar, memiliki mimpi-mimpi besar.

Tetapi sebagai bangsa yang besar, sambung Presiden, yang dihadapi juga masalah-masalah besar, tantangan-tantangan besar.

“Kita semuanya bersyukur atas kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita, baik itu kenikmatan persatuan, baik itu kenikmatan ukhuwah kita, persaudaraan kita, baik ukhuwah islamiyah maupun ukhuwah wathoniyah kita, dan juga bersyukur atas kenikmatan dengan kemajuan-kemajuan yang diperoleh negara ini, oleh bangsa ini, dan oleh rakyat kita Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat
memberikan sambutan pada acara Doa Kebangsaan 74 Tahun Indonesia Merdeka, di halaman Istana Merdeka, Kamis (01/08/2019) malam.

Oleh karena itu, lanjut dia, bangsa Indonesia harus mempererat persatuan, mempererat persaudaraan, karena potensi besar dimulai dari adanya rasa persatuan, rasa persaudaraan, di antara kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air.

“Persaudaraan lah yang akan membawa negara kita ini maju. Menatap masa depan dengan optimisme,” tegas Jokowi.

Jokowi yang pada kesempatan itu hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengajak masyarakat yang hadir pada acara Doa Kebangsaan 74 Tahun Indonesia Merdeka untuk bersama-sama menundukkan hati dan berdoa agar seberat apapun ujian, agar seberat apapun tantangan yang dihadapi, insyaallah semuanya bisa diatasi sehingga cita-cita kemerdekaan yang dikumandangkan 74 tahun yang lalu bisa terwujud secepat-cepatnya.

“Marilah kita semuanya menjaga kearifan lokal kita, menjaga kearifan nasional kita, sebagai sebuah bangsa dengan budaya yang luhur. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” tutur Kepala Negara.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Kalla, Mensesneg Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Habib Luthfi bin Yahya, K. Salahudin Wahid, Ketua Umum Pengurus Besar Zikir Hubbul Wathon KH Musthofa Aqil Sirodj, Jimly Asshiddiqie, Ustadz Yusuf Mansur dan KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq.

Selain itu juga tampak hadir Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Arief Harsono, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Henriette Tabita Hutabarat-Lebang, dan Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Ignatius Suharyo. ||


Sumber: setkab.go.id
Editor: As ad An-Nawawi