» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Bojonegoro Barometer

Tembok Penahan Jalan Proyek Jembatan Mlaten Dibiarkan "Mangap"
22 Februari 2020 | Bojonegoro Barometer | Dibaca 993 kali
BELUM BERES: Penampakan tembok penahan jalan proyek jembatan Desa Mlaten Kecamatan Kalitidu yang belum selesai diuruk, Jumat (21/02/2020) siang. Foto: SRIPARI.COM/M ZAINUDDIN
Proyek pembangunan jembatan poros desa di Desa Mlaten Kecamatan Kalitidu yang menguhubungkan Desa Talok menuju Kecamatan Malo menuai sorotan warga.

sripari.com | bojonegoro-Kendari secara kasat mata pekerjaan proyek jembatan yang didanai APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2019 ini sudah rampung pembangunannya, namun masih menyisakan pekerjaan proyek yang terkesan dibiarkan terbengkalai.

Padahal tahun 2019 sudah sudah lewat hampir dua bulan karena saat ini sudah memasuki bulan Februari 2020.

Sejumlah warga mengatakan, sisa pekerjaan yang belum tuntas pada proyek jembatan dengan kontruksi pelat beton sepanjang 7 X 4 meter itu, adalah tanah yang dibangun tembok penahan jalan hingga sekarang belum dilakukan pengurukan.

Karena sekarang ini musim hujan, warga kuatir jika tembok penahan jalan tidak segera diuruk bisa terrjadi insiden ambles bahkan longsor karena tergerus air.

"Ini kesannya seperti dibiarkan mangap (menganga). Sayang kan kalau sampai ambles atau longsor. Soalnya jembatan ini sangat untuk transportasi warga," ungkap sejumlah warga Desa Mlaten yang berkerumun di atas jembatan, Jumat (21/02/2020) siang.

Sementara sebelumnya, seorang warga setempat yang kebetulan sebagai staf Pemkab Bojonegoro tak bisa berbuat apa-apa ketika warga menitip pesan alias komplain agar tembok penahan jalan secepatnya diuruk.

"Tahunya mereka, saya ini kan pegawai Pemkab Bojonegoro. Saya malu dan tutup mata melihat kenyataan ini. Apalagi setiap hari saya melintasi jembatan itu kalau akan berangkat kerja ke kantor pemkab," kata dia yang rela menemani pewarta sripari.com mengitari proyek jembatan yang dikomplain warga tersebut di bawah rinai gerimis, Selasa (18/02/2020) malam.

Dia menjelaskan, dalam sepekan ini telihat ada pekerjaan pengurukan tembok penahan jalan yang dibangun pada empat sisi jembatan. Namun, sambung dia, terkesan hanya sebagai "syarat" sehingga kesannya belum diuruk.

Hal tersebut juga diamini Kabid Jembatan dan Peralatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Pemkab Bojonegoro, Wardi.

"Kemarin sudah diuruk dari rekanan. Pekerjaan (proyek) itu masih ada waktu pemeliharaan enam bulan. Nanti staf saya akan kroscek lokasi pekerjaan tersebut. Saya rapat ke sana dan ke sini, gak mungkin kami bisa ke lokasi satu per satu," jelas Wardi menjawab pertanyaan pewarta sripari.com di kantornya. []

Reporter: M Zainuddin
Editor: As ad An-Nawawi