» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Bojonegoro Barometer

Retas Nelangsa Petani Pemkab Bojonegoro Asuransikan Gagal Panen
15 Februari 2019 | Bojonegoro Barometer | Dibaca 682 kali
SAMBANG DESA: SAMBANG DESA: Bupati Bojonegoro Anna Muawanah saat berbicara di depan anggota kelompok tani di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Selasa (12/02/2019) siang. Foto: HUMAS PEMKAB BOJONEGORO FOR SRIPARI.COM
Masyarakat petani sebagai garda depan penyumbang kebutuhan pangan nasional sekaligus pelaksana program ketahanan pangan yang tertuang dalam Nawacita harus dilindungi eksistensi dan masa depannya. Petani harus kuat dan berdaya.

SRIPARI.COM | BOJONEGORO-Ada tiga program utama yang kini menjadi fokus Pemkab Bojonegoro agar petani kuat dan berdaya serta ada jaminan masa depannya. Salah satunya adalah program asuransi usaha tanaman padi (AUTP).

"Tujuan asuransi ini untuk menjamin petani padi apabila gagal panen karena bencana alam akan tetap mendapatkan ganti rugi dari pemerintah," kata Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dengan kelompok tani di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, awal pekan ini.

Namun demikian, Anna menaruh harapan program asuransi tersebut akan diperluas ruang lingkupnya agar semua petani bisa mendapat jaminan yang sama. Sebab, selain tanaman padi beberapa petani lainnya di Kabupaten Bojonegoro juga melakukan budidaya pertanian komoditas lainnya.

"Memang asuransi ini masih terbatas tanaman padi. Adapun tanaman yang lain seperti tembakau, bawang merah dan tanaman yang lain belum bisa diasuransikan. Untuk itu kita akan melakukan diskusi dengan PT Jasindo (Jasa Asuransi Indonesia) agar petani Bojonegoro selain padi dapat memperoleh asuransi juga," jlentreh bupati perempuan kali pertama yang memimpin Kabupaten Bojonegoro hingga 2023 mendatang ini.

Program lain yang tidak kalah urgen adalah pemberdayaan kelompok tani yang di dalamnya ada sekolah lapang. Salah satu tujuannya adalah melahirkan petani muda inovatif dan berwawasan luas.

Sedangkan untuk menguatkan eksitensi komunitas agraris ini, Pemkab Bojonegoro memberikan dukungan dengan metode program petani mandiri. Anna menyebutkan, pelaksanaan  dari program ini adalah KPM (kartu petani mandiri) yang akan diberikan kepada anggota kelompok tani.

Meski realisasi KPM tahap pertama ini masih sedikit, namun Anna berjanji pada tahap selanjutnya akan digenjot tiga kali lipat.

"Semua program ini dibiayai oleh Pemkab Bojonegoro. Oleh sebab itu, semua pihak harus bekerjasama dan saling mendukung agar program ini tepat sasaran dan bermanfaat untuk masyarakat Bojonegoro," tandas Anna dalam acara yang juga diikuti sejumlah organisasi perangkat daerah terkait di lingkup Pemkab Bojonegoro dan para stakeholder ini sebagai rangkaian program sambang desa yang akan terus digencarkan.[]

 

Reporter: M Zainuddin

Editor: Warigalit de Bro

COPYRIGHT©SRIPARI.COM 2019