» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Bojonegoro Barometer

Warga Bojonegoro Rebutan Adopsi Bayi yang Dibuang Ortunya
02 Agustus 2018 | Bojonegoro Barometer | Dibaca 1783 kali
SUCI: Bayi perempuan yang diduga dibuang orang tuanya di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kamis (02/08/2018) pagi, yang kini jadi rebutan warga untuk mengasuhnya. Foto: KADES BANJARSARI FOR SRIPARI.COM
Sosok bayi perempuan yang diduga dibuang orang tuanya di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kamis (02/08/2018) pagi, kini jadi rebutan warga untuk mengasuhnya.

SRIPARI.COM | BOJONEGORO-Jarum jam masih menunjuk angka 05.26 wib di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk. Sisa embun semalam masih menempel di reranting daun dan perdu yang menghampar jalanan desa bertepi Bengawan Solo itu. Sumarno (63) warga  RT 37 RW 06 desa setempat yang hendak memulai aktivitas rutin sebagaimana warga lainnya, mendadak menghentikan langkahnya saat samar-samar terdengar tangisan bayi.

Setelah ditelisik ternyata tangisan menyayat itu berasal dari dalam warung yang belum buka di Jalan Raya Banjarsari-Bojonegoro, beberapa langkah di depannya. Penasaran, lelaki rembang senja, sebutan lain paruh baya, bergegas masuk karena warung yang dikenal milik Koh Yang ini, setengah bangunannya terbuka. Model umum warung pedesaan Bojonegoro dengan meja dan kursi panjang melingkar.

Sumarno sempat terkaget begitu melihat sosok bayi mungil meronta-ronta dalam gedongan (selimut) tergeletak di atas meja. Tangisnya semakin pecah saat tangan tuanya berusaha menyentuh tubuh bayi imut berjenis kelamin perempuan tersebut.

Panik karena ingin segera menyelamatkan bayi yang masih berwarna merah itu, Sumarno kemudian memanggil Bagus Rofik tetangga satu RT di desanya, yang saat itu sedang bertugas pagi sebagai sekuriti di kantor BMT, tak jauh dari lokasi penemuan.

Data yang rilis Humas Polsek Trucuk, menyebutkan saat ditemukan bagi berkulit sawo matang ini kondisi cukup memprihatinkan. Kendati tak ditemukan ciri khusus, namun mata bayi berambut hitam lurus ini tampak berwarna kekuningan, ciri kurang cairan atau minum.

Selain itu, di tempat kejadian perkara (TKP) juga ditemukan tas jinjing warna merah berisi perlengkapan bayi, kain gendong warna biru, susu bayi formula kemasan 150 gram berikut botol dot. Diduga bayi yang tali pusarnya sudah terlepas tetapi masih basah ini sengaja dibuang orang tuanya. Belum diketahui motif di balik peristiwa ini.

Puluhan warga yang menyemut di lokasi langsung iba dan berebut ini mengasuh bayi tak berdosa tersebut. Merespon empati warga yang berebut ingin mengasuhnya, Kepala Desa Banjarsari Moch Gupianto, memutuskan membawa bayi itu ke puskesmas setempat agar segera mendapatkan perawatan megingat kondisinya cukup memprihatinkan.

"Yang penting sekarang kita selamatkan dulu bayi ini. Kalau ada warga yang ingin mengadopsi dengan tujuan memyelamatkan masa depan bayi boleh-boleh saja. Tapi ada prosedurnya," kata Gupianto kepada warga setelah berkoordinasi dengan polsek setempat. []

M  ZAINUDDIN