» Website: https://www.sripari.com » Email: redaksi.sripari@gmail.com » Alamat: Redaksi Tuban: Jalan Raya Logawe nomor 359 Rengel 62371, CP/WA: 082231041229. Redaksi Surabaya: Jalan Kebonsari Raya nomor 26,CP/WA: 082333695757. » Telepon: .

■ Bojonegoro Barometer

Di Bojonegoro Daftar Haji Sekarang OTW Tahun 2036
24 September 2016 | Bojonegoro Barometer | Dibaca 1873 kali

 Ungkapan klasik yang menjadi kiasan bahwa uang gadalah raja tak sepenuhnya benar. Namun jargon yang menyebutkan tidak segalanya bisa dibeli dengan uang justeru kian banyak pembenarnya. Salah satunya adalah berangkat haji. Soal yang satu ini, uang nyata-nyata tak bisa mengubah kemustahilan.

sripari.com, BOJONEGORO- Kian panjangnya daftar tunggu antrian menunaikan rukun Islam ke lima ini, membuat warga yang ingin buru-buru menjadi tamu Allah di Tanah Suci, harus benar-benar sabar. Tak terkecuali warga Bojonegoro.
 
Saking panjangnya witing list, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Bojonegoro Wachid Priyono, mengungkapkan  butuh waktu minimal 20 tahun untuk dapat berangkat.

"Untuk saat ini daftar tunggu di Bojonegoro sudah mencapai 19 ribu calon haji. Setiap tahun kita mendapat jatkuota 1.000 sampai 1.200 calon haji," kata Wachid saat ditemui di Kanto r Kemenag Jalan Patimura Bojonegoro.

Namun begitu, sambung dia, panjangnya daftar tunggu tak lantas menurunkan animo warga Bojonegoro daftar calon haji. Hal ini mengindikasikan pemahaman masyarakat terhadap agama makin meningkat dan berkualitas. Selain tentu saja dampak meningkatnya ekonomi masyarakat.

"Secara kuantitas tidak ada pebedaan signifikan dibanding tahun lalu. Antusias  masyarakat daftar haji tetap tinggi. Sekarang ini  pendaftar calon haji mencapai 10-20 orang per hari," terang Wachid.

Menurut dia, tingginya minat masyarakat daftar haji juga karena faktor adanya sejumlah bank yang memberikan fasilitas kredit uang kepada pendaftar calon haji. Program ini sudah mulai bergulir April lalu.

Fasilitas lain yang diberikan pihak bank adalah layanan yang kian oke. Salah satunya, petugas bank bahkan ikut mendampingi pendaftar calon haji ketika mendaftar di Kantor Kemenag Bojonegoro.
Berkaitan iti, Wachid menyatakan tidak bisa menolak pendaftar yang memanfaatkan pinjaman bank karena bukan kewenangannya, meskipun pmerintah sudah menyetop program dana talangan haji.

"Sepanjang sudah memenuhi persyaratan bisa masuk daftar tunggu, kami tidak bissa menolak," tegas saat ditanya ikhwal program dana talangan haji yang telah dihentikan pemerrintah.

Pada bagian lain, Wachid memaparkan hampir selalu ada pendaftar haji di Bojonegoro membatalkan keberangkatannya  dengan berbagai sebab. Di antaranya kesulitan ekonomi, sakit atau meninggal dunia.

Tidak itu saja. Bahkan ada pendaftar yang datang ke Kantor Kemenag meminta uang pendaftaran embali dengan didampingi penagihnya. Karena ternyata uang dipakai  mendaftar ternyata hasil dari utang.

"Ada juga beberapa yaag bahkaan meminta uang pendaftaran  Rp25 juta dikembalikan dengan alasan kesulitan ekonomi," katanya seraya mengimbuhkan tahun lalu sebanyak 64 pendaftar calon haji mengundurkan diri dengan pelbagai alasan.

Ada juga pendaftar yang batal berangkat sesuai jadwal dengan alasan ingin berangkat haji bersama keluarganya. Mereka yang batal berangkat uangnya dikembalikan utuh. []  

M ZAINUDDIN